Mengenal Silent Treatment, Dampaknya Dalam Hubungan, hingga Cara Menghadapinya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
1. Salah satu pihak bermaksud untuk melukai orang lain dengan cara mendiamkannya.
2. Keheningan di antara orang tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
3. Keheningan hanya berakhir ketika mereka memutuskan keheningan tersebut.
4. Mereka masih bisa berbicara dengan orang lain, tetapi tidak dengan yang bersangkutan.
5. Orang yang melakukan silent treatment mencari dukungan dari orang lain atas perbuatan yang dilakukannya.
6. Mereka menggunakan keheningan untuk menyalahkan orang lain dan membuatnya merasa bersalah.
7. Mereka menggunakan keheningan dengan sengaja untuk memanipulasi atau berusaha untuk mengubah perilaku dari orang lain.
Apa saja dampak silent treatment dalam sebuah hubungan?
Dampak-dampak yang bisa dihasilkan dari tindakan ini tentunya akan menyerang emosional orang tersebut dengan sangat besar. Seseorang bisa sangat stres atau mengalami gangguan psikologis. Selain itu, orang yang mengalami silent treatment bisa menyebabkan trauma secara emosional. Sehingga, bisa saja berdampak pada kondisi fisik orang tersebut yang sangat serius.
Perubahan perilaku juga bisa terjadi terutama perubahan perilaku yang biasanya tidak dilakukan pada normalnya. Adapun dampak yang paling sering terjadi adalah rusaknya hubungan tersebut secara perlahan atau rusak dan hancur hingga membuat hubungan berakhir dengan perpisahan.
Bagaimana cara menghadapi silent treatment?
Cara seseorang merespons perlakuan silent treatment bergantung pada apakah pasangannya melakukan kekerasan atau tidak. Jika perlakuan silent treatment tampaknya bukan bagian dari pola kekerasan, Anda dapat mencoba pendekatan berikut:
1. Sebutkan situasinya
Akui bahwa orang tersebut menggunakan perlakuan silent treatment. Misalnya, Kamu dapat berkata, "Saya perhatikan kamu tidak merespons saya." Hal ini meletakkan dasar bagi dua orang untuk berinteraksi satu sama lain secara lebih efektif.
2. Gunakan pernyataan 'saya'
Kamu dapat mengungkapkan perasaan kepada orang lain dengan menggunakan pernyataan "saya". Misalnya: "Saya merasa sakit hati dan sedih karena kamu tidak mau berbicara kepada saya. Saya ingin menyelesaikan masalah ini."
3. Minta orang tersebut ungkapkan perasaannya
Minta orang tersebut untuk terbuka mengungkapkan perasaannya. Hal ini bisa membuat mereka tahu bahwa perasaan mereka penting dan valid, dan membuka jalan bagi percakapan yang lebih sehat. Hindari bersikap defensif atau beralih ke mode pemecahan masalah. Cobalah untuk tetap hadir dan mendengarkan dengan penuh empati.
Jika orang tersebut merespons dengan cara yang mengancam atau kasar, lebih baik menjauh dari situasi tersebut sampai dia tenang. Bicaralah dengan dokter, terapis, atau teman tepercaya untuk mendapatkan bantuan.
4. Minta maaf atas kata-kata atau tindakan
Kamu tidak menyalahkan diri sendiri atas tindakan silent treatment yang dilakukan orang lain. Namun, Kamu mungkin perlu meminta maaf jika telah melakukan sesuatu yang mungkin menyakiti perasaan orang tersebut. Tenangkan diri dan atur waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut
Terkadang, seseorang mungkin diam saja karena dia terlalu marah, sakit hati, atau kewalahan untuk berbicara. Mereka mungkin takut mengatakan sesuatu yang bisa memperburuk situasi. Dalam kasus ini, akan sangat membantu jika setiap orang meluangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum berkumpul untuk membahas masalah tersebut dengan tenang.
5. Hindari tanggapan yang tidak membantu
Cobalah untuk tidak memperburuk situasi atau memprovokasi orang yang melakukan silent treatment untuk berbicara. Hal ini dapat menimbulkan konflik yang lebih besar.
Itu tadi penjelasan mengenai silent treatment. Semoga setelah Kamu membaca penjelasan tadi, Kamu bisa tahu dampak dan cara menghadapinya, khususnya bagi kalian yang sedang jadi korban silent treatment ya!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar