Kenali Apa itu People Pleaser, Kamu Salah Satunya?

Gambar
Ilustrasi people pleaser Credit by Dean Drobot      Apa kamu pernah mengalami menjadi seorang yang nggak enakan tapi orang lain malah memperlakukan kamu seenaknya? ya itu salah satu tanda kamu adalah seorang people pleaser . People pleaser personality disorder adalah suatu bentuk kepribadian seseorang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain dan memenuhi ekspetasi orang lain.       Dalam buku Psikologi Sosial oleh W. A. Gerungan Dipl. Psych., dijelaskan manusia merupakan makhluk sosial sehingga membutuhkan orang lain di setiap kehidupan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari kita saling menolong dan membantu jika ada diantara kita berada dalam kesulitan. Namun, hal tersebut menjadi keliru ketika seseorang terlalu mementingkan kepentingan dan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaannya sendiri. Ciri-Ciri Seorang People Pleaser Ilustrasi people pleaser Credit by freepic 1) Mengiyakan semua permintaan Yang pertama, salah satu ciri seorang pe...

Mengenal Silent Treatment, Dampaknya Dalam Hubungan, hingga Cara Menghadapinya

Ilustrasi Silent Treatment Credit: pexels.com/pixabay

    Kamu pasti pernah mengalami sebuah konflik dengan anggota keluarga, teman, atau pasangan. Konflik merupakan suatu hal yang wajar karena hubungan antar individu bersifat kompleks dan kadang membingungkan. Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda ketika dihadapkan dengan hal ini.

    Beberapa orang mungkin memerlukan waktu untuk sendiri dan lebih memilih diam untuk sementara waktu. Hal tersebut sah-sah saja dilakukan jika memang bertujuan untuk menenangkan diri sejenak dan datang kembali untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

    Namun, tahahukah Kamu perilaku mendiamkan seseorang bisa berubah menjadi toxic? yaitu ketika seseorang menolak berkomunikasi dengan orang lain yang bertujuan untuk menghindari konflik, mengontrol, atau memberi hukuman kepada orang lain. Dalam ilmu psikologi hal seperti ini dikenal dengan istilah silent treatment. 

    Pada sebuah hubungan, silent treatment biasa digunakan sebagai alat untuk mengendalikan dan menunjukkan "kekuasaan diri" atas orang lain. Perilaku tersebut akan membuat si korban merasa dikucilkan dan pada akhirnya korban akan merasa harga dirinya rendah dan merasa seperti tidak memiliki keberadaan yang berarti.


Melansir dari halodoc berikut ini adalah tindakan silent treatment yang bisa menjadi kekerasan emosional:

1. Salah satu pihak bermaksud untuk melukai orang lain dengan cara mendiamkannya.

2. Keheningan di antara orang tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

3. Keheningan hanya berakhir ketika mereka memutuskan keheningan tersebut.

4. Mereka masih bisa berbicara dengan orang lain, tetapi tidak dengan yang bersangkutan.

5. Orang yang melakukan silent treatment mencari dukungan dari orang lain atas perbuatan yang dilakukannya.

6. Mereka menggunakan keheningan untuk menyalahkan orang lain dan membuatnya merasa bersalah.

7. Mereka menggunakan keheningan dengan sengaja untuk memanipulasi atau berusaha untuk mengubah perilaku dari orang lain.


Apa saja dampak silent treatment dalam sebuah hubungan?

    Dampak-dampak yang bisa dihasilkan dari tindakan ini tentunya akan menyerang emosional orang tersebut dengan sangat besar. Seseorang bisa sangat stres atau mengalami gangguan psikologis. Selain itu, orang yang mengalami silent treatment bisa menyebabkan trauma secara emosional. Sehingga, bisa saja berdampak pada kondisi fisik orang tersebut yang sangat serius.

    Perubahan perilaku juga bisa terjadi terutama perubahan perilaku yang biasanya tidak dilakukan pada normalnya. Adapun dampak yang paling sering terjadi adalah rusaknya hubungan tersebut secara perlahan atau rusak dan hancur hingga membuat hubungan berakhir dengan perpisahan.





Bagaimana cara menghadapi silent treatment?

    Cara seseorang merespons perlakuan silent treatment bergantung pada apakah pasangannya melakukan kekerasan atau tidak. Jika perlakuan silent treatment tampaknya bukan bagian dari pola kekerasan, Anda dapat mencoba pendekatan berikut:

1. Sebutkan situasinya

Akui bahwa orang tersebut menggunakan perlakuan silent treatment. Misalnya, Kamu dapat berkata, "Saya perhatikan kamu tidak merespons saya." Hal ini meletakkan dasar bagi dua orang untuk berinteraksi satu sama lain secara lebih efektif.

2. Gunakan pernyataan 'saya'

Kamu dapat mengungkapkan perasaan kepada orang lain dengan menggunakan pernyataan "saya". Misalnya: "Saya merasa sakit hati dan sedih karena kamu tidak mau berbicara kepada saya. Saya ingin menyelesaikan masalah ini."

3. Minta orang tersebut ungkapkan perasaannya

Minta orang tersebut untuk terbuka mengungkapkan perasaannya. Hal ini bisa membuat mereka tahu bahwa perasaan mereka penting dan valid, dan membuka jalan bagi percakapan yang lebih sehat. Hindari bersikap defensif atau beralih ke mode pemecahan masalah. Cobalah untuk tetap hadir dan mendengarkan dengan penuh empati.

Jika orang tersebut merespons dengan cara yang mengancam atau kasar, lebih baik menjauh dari situasi tersebut sampai dia tenang. Bicaralah dengan dokter, terapis, atau teman tepercaya untuk mendapatkan bantuan.

4. Minta maaf atas kata-kata atau tindakan

Kamu tidak menyalahkan diri sendiri atas tindakan silent treatment yang dilakukan orang lain. Namun, Kamu mungkin perlu meminta maaf jika telah melakukan sesuatu yang mungkin menyakiti perasaan orang tersebut. Tenangkan diri dan atur waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut

Terkadang, seseorang mungkin diam saja karena dia terlalu marah, sakit hati, atau kewalahan untuk berbicara. Mereka mungkin takut mengatakan sesuatu yang bisa memperburuk situasi. Dalam kasus ini, akan sangat membantu jika setiap orang meluangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum berkumpul untuk membahas masalah tersebut dengan tenang.

5. Hindari tanggapan yang tidak membantu

Cobalah untuk tidak memperburuk situasi atau memprovokasi orang yang melakukan silent treatment untuk berbicara. Hal ini dapat menimbulkan konflik yang lebih besar.


    Itu tadi penjelasan mengenai silent treatment. Semoga setelah Kamu membaca penjelasan tadi, Kamu bisa tahu dampak dan cara menghadapinya, khususnya bagi kalian yang sedang jadi korban silent treatment ya!


Komentar